Hati-hati artikel anda kami curi.

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Kamal On Rabu, 05 Oktober 2011
Di setiap detik waktu berdetak
Di setiap nafas yang berhembus
Dan di setiap mata ini berkedip
Diriku mulai terbayang wajahmu
Dirimu yang s'lalu tersakiti
Terus tersakiti dan s'lalu tersakiti
Semua itu karena ulah ku
Juga ribuan ejekan kotor
Yang telah kulontarkan kepadamu
Tingkahku yang sudah melewati batas
Perasaanku yang s'lalu menjahatimu
Ucapanku yang sudah sangat keterlaluan
Ku tahu dirimu menyimpan dendam kepadaku
Namun fakta berkata lain
Dirimu tetap tegar untuk menghadapi diriku
Dirimu tetap sabar untuk mendidik diriku
Dirimu tetap tulus utuk memotivasi diriku
Wahai guruku
Kini aku mulai sadar
Betapa beratnya pengorbananmu
Menahan pedih hanya untuk mendidikku
Semua itu semata hanya demi hidupku
Tak mungkin tanpamu kudapat lalui
Segala rintangan yang menghadang
Dan kini benar benar kusadari
Kaulah sang pencerah hidupku

# ASLI KARYA GUE .. ! kalau ada kritik dan saran tulis aja di kotak komentar :D

http://kontenbahasa.blogspot.com/2011/10/sang-pencerah-hidupku.html
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Selasa, 04 Oktober 2011
Saat ku jatuh cinta...
Saat dimana jiwaku terbang...
Saat ku jatuh cinta...
Saat dimana langit berwarna jingga dan merah muda...
Saat ku jatuh cinta...
Saat dimana ragaku selalu menari mengikuti senandung burung bernyanyi...
Saat ku jatuh cinta...
Saat dimana aku terpaksa harus mengenal yang namanya PATAH HATI !
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Rabu, 28 September 2011
Kusapukan pandanganku ke langit biru
Tak kulihat lagi secercah cahaya disana
Terpaku ku melihat
Hingga akhirnya�
Aku tersadar, mentari sudah tak ada disana�
Tuhan�
Apakah mentari telah pergi?,..
Apakah ia marah padaku?...
Tuhan�
Jawab aku Tuhan�
Apakah ia marah padaku TUHAN?...
MARAH KAH IA?...
Tuhan�
Aku tak sanggup Tuhan..
Jangan buat ia marah padaku Tuhan..
Tanpanya aku akan kelam�
Tanpanya aku tak bersinar�
Tuhan�
Ijinkan dia kembali�.
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Jumat, 19 Agustus 2011
Ketika langit hitam telah berwarna merah
Bumi sudah terselubungi sebuah atsmosfer darah
Bumi juga telah berajah api yang membakar hati
Semesta alam telah berbicara
Disaat itu pula�
Sang semesta melontarkan kabar hitam
Sang gagak berkoar melantunkan alunan irama
Ritme yang mengalun dengan syahdu
Menyayat hati yang saat ini dilanda pilu
Darah sagar�
Santapan mata dikala ini
Linangan air mata bagaikan sebuah panorama yang tak asing
Berbalut busana hitam�
Terduduk dengan lesu
Didepan seorang yang telah terbalut kain putih
Tertidur dengan damai
Mata telah terpejam.
Jari nan indah menjadi sebuah jari nan kaku
Tubuh yang bugar jadi tubuh yang pucat
Dimana sebuah raga yang akan kembali ke cahaya sang Khalik
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Rabu, 19 Mei 2010

Angin semilir melambai-lambai di udara

Burung-burung berkicauan melengkapi ketentramannya

Desir pasir menghiasi keharmonisannya

Derasnya Ombak menerka emosi jiwa

Hamparan lautnya mengikis titih kehidupan

Warna biru airnya menebarkan kedamaian

Pepohonan rindang meneduhkan luka di hati

Sang Mentari tersenyum manis melihatnya

Itu lah Samudraku �

Samudra yg berbeda

Samudra yg mengagumkan

Dan Samudra pembawa kedamaian

Kini � aku tersadar

Bahwa hamparan laut yg indah ini �.

adalah keagungan Tuhan

Keistimewaaan yg tak terlupakan

Keistimewaan yg tak kan pernah hilang

Dan keistimewaan yg selalu dikenang

Terima kasih Tuhan �

Tanpa Mu semua ini tak kan ada ..

Aku berjanji ..

Suatu saat nanti

Hamparan samudra ini akan

Menjadi hamparan bagai sorgawi


By : Herlin Karismaningtyas

7B (SPENZABA)

Baca Selengkapnya >>
Kamal On

Saat aku mengenal cinta

Saat itu jua aku mengenal dirinya

Semua terasa berbeda saat aku bertemu dia

Aku tak tahu mengapa rasa ini tumbuh begitu saja

Tanpa aku sadari semua ini adalah benih-benih cinta

Cintaku tlah aku serahkan padaMu Tuhan

Siapa kah mentari yg akan menemaniku sepanjang hidup ku

Aku tak mengerti ,,,

Ya, biarkan waktu jua kan menjawabnya

Hari demi hari tlah aku lewati

Tuhan , ajari aku makna cinta yg sesungguhnya

Dalam senandung cinta yg engkau ridhai



By : Herlin Karismaningtyas

7B ( Spenzaba )

Baca Selengkapnya >>
Kamal On Minggu, 09 Mei 2010
Sumber daya Indonesia sudah dikenal dengan kualitasnya. Dalam dunia akademis, cukup membuat prestasi. Namun, kecintaan dalam negeri belum ada sama sekali.

Ketika para pemuda-pemudi Indonesia menuntut ilmu di negeri orang, mereka tak jarang enggan kembali ke Indonesia. Mereka justru mati-matian mengapply permanent resident di negara orang. Berbondong-bondong orang-orang juga berimigrasi ke negara lain, hanya karena di Indonesia, mereka begitu susah untuk mencari makan. Pertanda apakah ini ? Apa memang iklim di Indonesia sekeras itu ?

Apabila ditengok dan dibandingkan dengan China, Korea, mereka negara yang rakyatnya begitu mencintai budaya dan negerinya. Datang ke negeri orang dengan bangga mereka menuturkan tentang budayanya.

Survey di Amerika menyatakan bahwa 79 % murid dari China mengambil science , sedangkan warga Amerika sendiri hanya sekitar 17 %. Kalau dilihat dari perkembangan China kini, sangat tidak heran apabila China bisa berkembang jauh. Kawula muda yang sudah menuntut ilmu begitu jauh kembali ke negerinya dan mengimplementasikan ilmu pengetahuannya. Sedangkan di Indonesia, mungkin hanya segelintir orang yang berminat terhadap bidang science dan kembali ke negerinya untuk mengimplementasikan ilmunya.

Jepang, yang sudah terbuka terlebih dahulu terhadap pengaruh budaya barat, menjadi sangat maju dan bahkan mengasimilasi budaya tersebut dengan budayanya, namun tetap tidak meninggalkan akarnya sebagai bangsa Jepang. Budaya yang dikatakan tua, namun ternyata masih tetap muda dan hidup.

Kapankah Indonesia menjadi produktif ? Negara-negara berkembang telah mampu memproduksi mobil sendiri mulai dari mesin, rangka hingga sekrup sekecil apapun.Bahkan perdagangan di Indonesia digeser dengan barang-barang china yang mutunya hampir sama saja, namun bisa lebih murah. Kapankah Indonesia menjadi eksportir dan dengan bangga memasok berbagai alat kebutuhan manusia ? Seharusnya Indonesia menciptakan banyak penemu-penemu genius, dibandingkan para pakar bisnis / ekonomi. Sehingga bisa menciptakan sesuatu dan membuat trademark Indonesia mendunia.

Seandainya saja Indonesia bisa lebih terbuka terhadap negara-negara maju dan menciptakan iklim yang aman bagi rakyatnya, Indonesia tentu jauh dari keadaan sekarang yang bisa dibilang semrawut ini.

Bisa ditengok dari Thailand, mereka maju karena hal utama, yaitu karena rasa aman. Turis berbondong-bondong ke sana, karena mereka merasa aman ketika mereka berkunjung. Tak ada yang mau datang ke Indonesia jika memang di sekeliling tindak kriminal begitu tinggi.

Mari kawula muda, tuntut ilmulah setinggi-tingginya, namun kembalilah ke tanah air, majukan Indonesiamu, angkatlah bangsamu.

By : Nina Adi Jaya
Baca Selengkapnya >>