Hati-hati artikel anda kami curi.

Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Kamal On Kamis, 25 Agustus 2011
aksi Go Green gak harus dilakukan dengan menanam pohon setiap hari, atau pun dengan kegiatan yang biasanya membuat kita bosan dan pas bulan puasa bisa membuat kita cepat sekali lelah. aksi Go Green bisa juga lho dilakukan disaat kita bernasis-ria, atau bagi penggemar photography khususnya bisa melakukan ini disaat hunting. dengan apa? bagaimana?..
Nah, ini dia dengan menggunakan kamera ini kita bisa melakukan aksi "Go Green". kok bisa?. makanya kenalan dulu yuk sama kamera keluaran Sony Odo ini!.

Spin �n Snap Camera
Seperti kamera Sony Odo yang dikembangkan di Los Angeles lainnya, kamera ini nggak memakai energi kinetik sebagai sumber energi utamanya. Caranya kita tinggal memasukkan dua jari kita ke dalam dua lubang yang juga berfungsi sebagai viewfinder. Setelah memasukkan jari kita dan memutarnya selama beberapa menit, kita siap buat memotret.

Crank �n Capture Video Camera
Video camera yang satu ini bisa diaktifkan dengan cara mencongkel sisi yang dipakai untuk mengambil gambar selama beberapa saat. Hanya saja, hasil video yang didapat dari video camera ini sedikit berbeda. Hasil gambarnya nggak mulus dan sengaja terkesan terpotong-potong seperti kalau kita membolak balik halaman-halaman kertas. Tapi, justru ini memberi efek yang keren, lho!

Twirl �n Take Camera
Digital kamera yang satu ini butuh waktu setidaknya 15 detik sebelum bisa digunakan. 15 detik itu dipakai untuk memutar ujung kamera ini dan memberi energi kinetik. Lubang yang ada pada ujung kamera ini juga berfungsi sebagai viewfinder.

dengan bernasis-ria kita bisa melakukan aksi "Go Green". Lestarikan Bumi Kita dan Gencarkan aksi "Go Green" ya !
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Selasa, 12 Juli 2011
        Ada yang unik dari Perpustakaan Universitas Drexel di Philadelphia, Amerika Serikat. Dengan menggunakan konsep Teras Belajar, perpustakaan di kampus ini minim rak-rak berisi buku.
Sebaliknya, perpustakaan ini berisi deretan komputer dan tempat duduk, dengan akses ke 170 juta koleksi perpustakaan yang disimpan secara elektronik.

      Scott Erdy, desainer perpustakaan baru ini, mengatakan konsep ruang perpustakaan yang terbuka dan fleksibel memungkinkan pengunjung untuk transfer ilmu pengetahuan. Perabot yang ada di dalam perpustakaan adalah yang mudah untuk dipindahkan. Dindingnya pun berfungsi sebagai sebuah papan tulis (whiteboard) raksasa.

       Konsep ini mengambil ide dari Dekan Perpustakaan Universitas Drexel, Danuta Nitecki. "Kami tak hanya memelihara buku, kami memelihara ilmu pengetahuan," kata Danuta.

       Tren perpustakaan elektronik sebenarnya telah dimulai saat Kansas State University mencoba konsep ini pada tahun 2000. Kemudian, tahun lalu pun Universitas Stanford hanya menyisakan sekitar 10.000 koleksi cetaknya, untuk menciptakan ruang lebih lapang bagi tempat belajar yang lebih terbuka dengan koleksi elektronik.

      Tapi dengan tidak adanya buku di perpustakaan, apakah itu menghilangkan esensi dari fungsi perpustakaan?

      "Perpustakaan adalah tiang dari tenda penampung aktivitas sosial," kata penulis Michael Connelly. "Banyak ide yang ditampung di dalamnya. Rubuhkan tiangnya, maka tenda itu akan hancur," lanjutnya.

      Menurut Connelly, inspirasi bisa muncul dengan menelusuri rak-rak buku. Ini juga yang membantu Connelly mendapatkan ide untuk menulis. "Apa ini bisa dilakukan di perpustakaan tanpa buku? Saya rasa tidak," ucap penulis buku The Fifth Witness ini.

       Namun, Steven Holl, arsitek salah satu perpustakaan di Queens, New York, berpendapat, buku memang memiliki karakter. Ini pun bisa berpadu dengan baik dengan teknologi.

       "Menempatkan digital dan mengaitannya dengan sejarah dan kehadiran buku menjadikan perpustakaan jadi tempat menarik," kata Holl. "Buku mewakili pengetahuan dan menciptakan keseimbangan (dengan memadukan dengan teknologi) di perpustakaan adalah hal yang baik."

      Menanggapi ini, Perpustakaan Publik New York pun sudah mengantisipasi integrasi buku secara tercetak, dengan sistem elektronik digital. Arsitek Norman Foster mengatakan, keduanya akan ditempatkan di ruang fleksibel yang terbuka terhadap perubahan.

Sumber : VivaNEWS.com
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Jumat, 17 Juni 2011
     Halo blogger.. libur-libur gini ngapain enaknya yah..? bagi kalangan remaja pasti ngabisin waktunya buat pacaran kalau egak yah main social network. Tapi para blogger pasti pingin sekali update postingannya, merancang tampilan blognya, dsb. Nah.. jika kalian liburan pengen update posting bisa lewat HP ( yang agak canggih lah ) , tapi kita juga bisa bawa laptop + modem untuk memodifikasi blog kita, dan tentunya bisa update postingan dengan baik dan lancar.

      Kalian belum punya laptop ? minta sama ayah sono :p , kalau belum punya modem ? ada solusinya buat para blogger. Ada modem Telkomsel Flash , kalian bisa pakai perdana AS, Simpati, dan Kartu Halo. Yang lebih menguntungkan adalah memakai perdana Flash Unlimited yang memudahkan kalian akses internet .

      Ada pilihan paket buat para blogger, yaitu Paket Unlimited, Paket Volume Based, dan Paket Time Based. Para blogger bisa pilih paket unlimited, akses internet 30 hari tanpa batas kalian bisa memilih paket unlimited, kalian bisa memakai tarif 50 ribu rupiah untuk membeli paket ini. Batas pemakaian wajarnya sekarang 300MB , dan kecepatan maksimalnya 384 Kbps . Saya menyarankan kalian pilih paket itu karena mudah, murah dan cepat. Saya juga pakai modem + perdana itu sekarang, nyaman banget kok.
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Kamis, 09 Desember 2010
     Ide menyimpan data di dalam bakteri sudah terlintas sekitar satu dekade terakhir. Pertimbangannya, bakteri yang paling sederhana sekalipun memiliki untaian DNA panjang yang bisa menyimpan enkripsi data.

    Selain itu, secara alamiah, bakteri jauh lebih tahan terhadap kerusakan dibanding media penyimpanan elektronik manapun. Ia sanggup bertahan dari berbagai macam bencana yang dapat menghancurkan harddisk.

    Reproduksi alami bakteri juga dapat dimanfaatkan untuk membuat duplikasi data dan menjaga integritas informasi yang disimpan. Ini juga membuat proses pengambilan kembali data dapat dilakukan dengan lebih mudah.

    Berpedoman pada pemikiran tersebut, sekelompok peneliti asal The Chinese University of Hong Kong mencari cara bagaimana menyimpan data ke dalam DNA bakteri. Ternyata tidak sulit.

     Pada bakteri, ada empat basis DNA yang bisa digunakan untuk membuat untaian DNA yakni Adenine (A), Cytosine (C), Guanine (G), dan Thymine (T). Artinya, penyimpanan akan menggunakan sistem angka basis empat.

     Pada laporannya, seperti dikutip dari i09, 9 Desember 2010 peneliti memberi contoh mengubah kata �iGEM� ke dalam kode yang siap disimpan dalam DNA.

     Mereka menggunakan tabel ASCII untuk mengonversi setiap huruf ke dalam nilai numerik misalnya i = 105, G = 71, dan seterusnya. Angka ini kemudian diubah menjadi penomoran basis 4 yakni 105 menjadi 1221, 71 menjadi 0113 dan seterusnya.

    Angka basis 4 ini kemudian diubah ke dalam sistem DNA yang menggunakan kode A, T, C, dan G di mana A menggantikan angka 0, T menggantikan 1, C menggantikan angka 2, dan G pengganti angka 3. Jadi, kata iGEM disimpan di dalam DNA sebagai ATCTATTGATTTATGT.

    Setelah data mentah siap, peneliti menyebutkan, beberapa algoritma bisa digunakan untuk menyingkirkan informasi repetitif atau redundan. Ini bukan hanya dapat menghemat ruang, banyaknya repetisi dalam untaian DNA secara biologis berpotensi membahayakan DNA dan bakteri tersebut. Berarti, penggunaan algoritma itu akan mengatasi dua masalah sekaligus.

     Yang jadi masalah, untaian DNA tidak cukup panjang untuk menyimpan informasi kompleks seperti foto atau buku. Solusi terbaik adalah memecah data menjadi bagian-bagian kecil dan menyebarkannya pada sel yang berbeda.

    Agar berhasil, peneliti membuat sistem yang memungkinkan pecahan-pecahan data diidentifikasi dan kemudian disusun ke dalam urutan yang benar. Untuk itu, mereka membuat tiga struktur bagian untuk seluruh DNA yakni header, message, dan checksum. Header merupakan rangkaian sepanjang 8 bagian yang dibagi ke dalam empat level informasi yakni zona, kawasan, area, dan distrik yang memungkinkan setiap bagian dikembalikan ke dalam urutan yang tepat.

    Setelah pesan yang membawa data sebenarnya dihantarkan, checksum menyediakan repetisi dari header awal yang berguna untuk mengontrol mutasi yang mungkin terjadi pada bakteri yang bersangkutan.

    Setelah informasi dienkripsi dan ditempatkan pada banyak sel yang berbeda di bakteri, bagaimana cara pemilik data mengambil kembali data yang disimpan oleh bakteri yang bersangkutan?

    Sebuah decrypter akan mengambil DNA dan menjalankannya pada sebuah teknologi yang disebut next-generation high-througput sequencing, atau NGS. Tipe sequencing ini dapat menganalisa dan membandingkan banyak kopi dari sequence yang sama dan menggunakan modus terbanyak untuk mengetahui basis data mana yang benar dan data mana yang telah mengalami perubahan. Setelah itu, algoritma kompresi akan dibalikkan untuk mengembalikan data mentah ke dalam bentuk aslinya.

   Langkah terakhir adalah menyusun kembali pecahan-pecahan data dalam urutan yang benar agar rangkaian DNA tersebut bisa diterjemahkan kembali menjadi data yang dapat digunakan. Sampai tahap ini, data sudah disimpan dan mengalami enkripsi. Orang yang ingin membaca data tersebut membutuhkan formula yang mengetahui urutan yang benar dari header dan checksum. Tanpa formula tersebut, data yang ia miliki tidak dapat digunakan.

� VIVAnews
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Kamis, 02 Desember 2010
     PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) membuat layanan musik digital yang menyediakan layanan unduh dan streaming musik termasuk video secara unlimited alias tak terbatas.

     Peluncuran layanan tersebut ditandai dengan diresmikannya perusahaan patungan (joint venture) antara Telkom dan SK Telecom asal Korea bernama PT MelOn Indonesia.

    "Layanan ini untuk membantu industri kreatif sekaligus memproteksi hak cipta para musisi dan pencipta lagu. Sehingga, diharapkan hasil cipta karya mereka lebih diapresiasi dan tingkat pembajakan di Indonesia bisa ditekan," kata Direktur Utama Rinaldi Firmansyah di sela-sela peluncuran PT MelOn Indonesia, Jakarta, Kamis 2 Desember 2010.

     MelOn, atau kependekan dari Melody On, menyuguhkan layanan musik digital khusus pada pelanggan Telkom dan Telkomsel dengan pilihan lagu tanpa batas, katalog lagu sejumlah 400 ribu, mode berlangganan (subscription) atau pun beli satuan (ala carte) dan dapat dimainkan di mana saja, termasuk PC, ponsel, dan MP3 player. Hingga 31 Desember 2010, pengguna dapat menikmati layanan musik unlimited secara cuma-cuma.

     Telkom menguasai 51 persen saham kepemilikan PT MelOn Indonesia, sementara sisanya dimiliki SK Telecom. Meskipun begitu, Won Yong Jo dari Korea ditunjuk Telkom sebagai Presiden Direktur MelOn Indonesia.

     "Mereka memiliki track record yang baik di Korea. Sebab itu, kami mempercayakan MelOn pada mereka. Kalau kami (Telkom) yang menanganinya kan masih meraba-raba," tutur Rinaldi.

     Di Korea, menurut penilaian Rinaldi, MelOn cukup berhasil. Saat MelOn muncul, tingkat pembajakan di Korea masih tinggi, sekitar 80 persen lagu yang beredar adalah hasil pembajakan. Namun, setelah berjalan dua-tiga tahun, pembajakannya dapat ditekan sampai 60 persen, yang mana persentase lagu berlisensi dan lagu bajakan nyaris berimbang.

     "Di Indonesia, tingkat pembajakan diestimasi sekitar 94 persen. Ini disebabkan masyarakat mulai bermigrasi ke dunia maya dan meninggalkan outlet musik. Makanya, kita galakkan pemasaran lagu via online," jelas Rinaldi.

     Dengan total investasi senilai Rp51 miliar dan total penguasaan saham 51 persen melalui anak perusahaan Metra, Telkom akan mengambil peran pemasaran dan penjualan layanan di pasar domestik, penyediaan jaringan, billing, dan produk produk.

     Sementara itu, SK Telecom dengan kepemilikan saham 49 persen, dengan nilai investasi sebesar Rp49 miliar, berencana mendukung perusahaan dengan mengerahkan kemampuan manajemennya yang solid dalam membangun platform bisnis DCEH (Digital Content Exchange Hub), menyediakan sumber-sumber konten digital dan mengelola operasional layanan.

     "Di akhir tahun 2011, kami harapkan bendahara lagu bisa mencapai satu juta, termasuk materi lokal dan internasional, dengan jumlah anggota sekitar 800 ribu. Di tahun 2013, kami juga mengharapkan sudah ada positive cashflow, belum BEP tidak apa-apa," pungkas Rinaldi.
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Rabu, 21 Juli 2010
     Boeing dilaporkan sedang mendesain kapsul ruang angkasa yang akan mentransportasikan penumpang antara satu international space station dengan lainnya, ataupun stasiun ruang angkasa lainnya di masa depan.

     Kapsul ruang angkasa baru ini merupakan kolaborasi antara beberapa perusahaan di Amerika Serikat yang ingin mengembangkan pesawat ruang angkasa pribadi yang bisa mengantarkan manusia ke ruang angkasa.

     Pesawat ini, yang diberi nama Crew Space Transportation-100 (CST-100) dapat direalisasikan berkat dana hadiah sebesar US$18 juta dari NASA di bawah Commercial Crew Development (CCDEv) Space Act Agreement.

     Hadiah ini ditujukan untuk menstimulasi inovasi teknologi guna mengembangkan sistem transportasi penerbangan ruang angkasa komersial.

     CST-100 yang didesain Boeing bisa membawa 7 orang, lebih besar dibandingkan pesawat ruang angkasa Apollo, meski lebih kecil dibandingkan Orion.

     Boeing tidak hanya akan menunggu NASA untuk menjadi klien mereka. Saat ini, seperti dikutip dari Softpedia, Rabu 21 Juli 2010, mereka telah bekerja sama dengan Bigelow Aerospace asal Las Vegas yang merupakan anggota Commercial Spaceflight Federation.

     Harapannya, Boeing dapat menyediakan alat transportasi dari dan ke Bigelow Aerospace Orbital Space Complex.

     Juru bicara Boeing menyebutkan, mereka akan bekerja sama dengan Bigelow Aerospace karena perusahaan tersebut memiliki banyak pengalaman dalam membangun stasiun ruang angkasa komersial.

     Sebagai informasi, Bigelow telah meluncurkan dua prototipe modul stasiun ke ruang angkasa dan saat ini sedang mengembangkan tempat tinggal pribadi yang bisa dibuka-tutup, dan mempersiapkan peluncuran stasiun ruang angkasa pribadi pada 2014.

� VIVAnews
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Rabu, 14 Juli 2010
     Sekelompok peneliti asal Northeastern University, Boston, Amerika Serikat mengerjakan antarmuka komputer yang bisa menerjemahkan sinyal dari otak lewat helm khusus.

     Lewat helm yang dibuat, pengguna bisa mengirimkan perintah ke komputer, cukup dengan memikirkan perintah tersebut.

     Para peneliti tersebut telah membuat pula program komputer khusus yang membagi layar menjadi empat kuadran. Dengan memandangi kuadran tertentu dalam jangka waktu yang cukup lama, komputer bisa mengenali kuadran yang bersangkutan.

     Saat ini, jumlah kontrol memang terbatas hanya pada empat pilihan. Akan tetapi, seperti dikutip dari TGDaily, 13 Juli 2010, peneliti menyebutkan bahwa itu sudah cukup. Misalnya, bagi orang lumpuh yang ingin mengontrol kursi roda.

     Peneliti juga mengklaim bahwa aplikasi yang mereka kembangkan juga bisa membantu mengontrol peralatan rumah tangga. Sinyal bisa dikirim secara wireless ke robot kecil untuk melakukan berbagai perintah yang bisa dimonitor oleh pengguna lewat jendela yang terpisah di layar komputer.

Meski masih sangat sederhana, �robot� yang dikontrol lewat pikiran ini menarik untuk dikembangkan lebih lanjut.

� VIVAnews
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Selasa, 15 Juni 2010

        Tahukah Anda, tak sedikit penulis senior yang hingga kini masih sulit menyesuaikan diri untuk berkarya lewat perangkat komputer atau laptop?

         Misalnya saja, penulis gaek Remy Sylado, yang masih terus menulis lewat mesin ketik lawasnya.

         Nah, kini orang-orang seperti Remy, bakal semakin mudah untuk terus berkarya, karena kini telah tersedia mesin ketik lama yang bisa terhubung dengan komputer melalui pangkalan USB.

Dengan sistem ciptaan Jack Zylkin, asal Philadelphia,                Pennsylvania AS, informasi yang ditulis melalui sebuah mesin ketik bisa dikonversi menjadi informasi digital yang dapat diolah oleh komputer modern.

Jadi, dengan mesin bernama USB typewriter ini, setiap orang bisa mengetik di kertas menggunakan mesin ketik lama, sekaligus mengetik di layar komputer manapun, yang telah memiliki pangkalan USB. Baik komputer Windows, maupun komputer Mac.

Tak perlu pengkabelan yang rumit, sebuah mesin ketik lawas bisa disulap menjadi papan kunci komputer modern, dengan menambahkan adapter USB di bagian belakang alat ini.



USB typewriter terdiri dari Sensor board yang akan mendeteksi ketukan tombol di mesin tik, dan USB Interface Board, yang terdiri dari chip mikrokontroler; berfungsi menerjemahkan ketukan-ketukan tombol dan mengirimkan sinyal masukan itu ke komputer induk, melalui USB.

"Alat ini juga bisa bekerja sebagai dok keyboard iPad," kata Zylkin. Melalui situs ini, Zylkin menjual alat ini sekitar US$400 hingga US$500.

Zylkin juga bersedia menerima pesanan kustomisasi berdasarkan mesin ketik koleksi pribadi, dan juga menyediakan kit bagi orang-orang yang ingin merakitnya sendiri.
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Jumat, 11 Juni 2010
        Sebuah kelompok penggemar modifikasi asal Tokyo berhasil mengendarai sebuah mobil berbahan bakar listrik sejauh 1000 lebih kilometer (persisnya: 1.003,184 kilometer) hanya dengan menggunakan baterai isi ulang.

       Catatan tersebut memecahkan rekor yang mereka buat sendiri untuk jarak terjauh yang berhasil ditempuh tanpa mengisi ulang baterai kendaraan mereka.

        Seperti dikutip dari Cnet, 5 Juni 2010, Japan Electric Vehicle Club telah meminta Guiness World Records untuk memverifikasi rekor yang dibukukan di Shimotsuma, Ibaraki, Jepang tersebut.

        Kendaraan yang digunakan mereka adalah Daihatsu Mira yang dimodifikasi hingga dapat berjalan menggunakan baterai lithium ion Sanyo.

        Sebanyak 8.320 baterai disusun sedemikian rupa hingga membuat kendaraan itu bisa berjalan selama 27,5 jam pada kecepatan sekitar 40 kilometer per jam. Kendaraan itu sendiri dikemudikan oleh 17 orang sopir secara bergantian.

        Sebelum ini, rekor yang dicatat Guiness adalah perjalanan sejauh 555 kilometer dari Tokyo ke Osaka. Prestasi tersebut dicatat oleh klub pecinta otomotif yang sama pada November 2009.
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Sabtu, 29 Mei 2010
             Para ahli  Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akhirnya berhasil memulihkan Voyager 2 yang semula bermasalah. Sebelumnya selama tiga minggu lalu, NASA dibuat bingung karena Voyager 2 mengirimkan sinyal aneh yang tidak bisa dibaca oleh para ilmuwan antariksa.

Hal ini memicu spekulasi Vogayer 2 telah dibajak alien. Pesan yang tidak bisa dibaca itu dianggap sebagai upaya alien berkomunikasi dengan makhluk bumi.

Voyager 2 merupakan pesawat tak berawak milik Amerika Serikat yang diluncurkan pada 20 Agustus 1977. Pesawat ini termasuk pesawat tak berawak paling tua yang pernah dibuat setelah Voyager 1.

Setelah 33 tahun lalu diluncurkan untuk menembus batas alam semesta, baru-baru ini Voyager 2 mengirimkan pesan dalam format yang tak bisa dibaca ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Menurut teknisi NASA  telah terjadi kerusakan disalah satu bit tunggal pengirim sinyal. Untuk itu sejak minggu lalu, melalui teknik perbaikan jarak jauh teknisi dari Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, mengklaim telah mengembalikan posisi komputer yang ada seperti semula.

�Setelah reset komputer, Voyager 2 telah kembali pada jalur yang sesuai,� kata Manajer Proyek Voyager 2 Ed Massey seperti dikutip space.com, Sabtu 29 Mei 2010.

Menurut Massey, kerusakan itu dimulai sejak 22 April, saat keberadaan Voyager 2 sekitar 8600000000 mil (13,8 miliar km) dari Bumi. Lokasi ini sudah mendekati heliosphere(gelembung magnetik yang mengelilingi tata surya kita) Matahari.

�Pesawat tiba-tiba mengirim data yang tidak diketahui formatnya,� kata Massey. Apa sebenarnya penyebab dari kesalahan komputer itu juga masih belum diketahui

Dugaan sementara bahwa kerusakan itu terjadi karena ada pembalikan bit memori. Kejadian ini juga pernah terjadi pada Voyager 1, pendahulunya. Namun kejadian itu pada jarak yang masih dekat dengan Bumi, sekitar 1 atau 2 AU (unit astronomi). Satu AU adalah jarak antara Bumi dan matahari, sekitar 93 juta mil (151 juta km).

Jarak itu dinilai cukup dekat untuk sebuah sistem onboard sehingga akan terpengaruh oleh muatan listrik dari angin surya matahari.

�Dalam beberapa pesawat ruang angkasa memang aktivitas matahari akan bisa mempengaruhi. Tapi karena ini sudah sangat jauh, sulit bagi kami untuk mengatakan itu penyebabnya,� kata dia.

Posisi Voyager 2 dan Voyager 1 saat ini masih terus menuju keluar dari sistem matahari. Para ilmuwan berharap dengan telah diperbaikinya sistem data, mereka kemudian akan mengirimkan kembali data terbaru untuk membantu menjawab pertanyaan seputar gelembung magnetik di sekitar tata surya.
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Jumat, 21 Mei 2010
Menurut penelitian terbaru dari Gartner, penjualan ponsel pintar (smartphone) secara global meningkat 49 persen dibandingkan tahun lalu, menjadi 54,3 juta unit. Peningkatan signifikan tersebut tak lepas dari kontribusi penjualan BlackBerry, iPhone, dan ponsel-ponsel berbasis OS Android.

Dari temuan Gartner per kuartal I 2010 ini, satu hal yang berhasil menyita perhatian adalah pencapaian Research In Motion (RIM) yang mencatat prestasi penjualan yang fantastis dengan menggeser Sony Ericsson dan Motorola. Kini, produsen BlackBerry itu bertengger di posisi keempat secara global, di bawah Nokia, Samsung, dan LG.

Secara global, sepanjang setahun, penjualan ponsel BlackBerry naik 3,4 juta unit, dari 7,2 juta unit pada kuartal pertama tahun 2009 menjadi 10,6 juta unit tahun ini. Dari pencapaian tersebut, ponsel yang tengah naik daun ini menguasai 3,4 persen pangsa pasar.

Pencapaian ini menempatkan BlackBerry persis di bawah LG, yang dilaporkan berhasil mengapalkan sekitar 27,2 juta unit ponsel tahun ini, meningkat 600 ribu dari 26,6 juta unit tahun lalu. Per kuartal pertama tahun ini, LG sukses mempertahankan 8,6 persen pangsa pasar global.

Sementara Nokia masih merajai pasar global dengan 35 persen pangsa pasar. Produsen ponsel asal Finlandia ini sukses mengapalkan 110,1 juta unit, meningkat 12,7 juta unit, dari 97,4 juta di tahun sebelumnya.

Menyusul Samsung di peringkat dua yang setia 'menempel' Nokia dengan 20,6 persen pangsa pasar. Tahun ini, produsen asal Korea Selatan itu diketahui memasarkan 64,9 juta unit ponsel, meningkat 13,5 juta unit, dibandingkan 51,4 juta unit ponsel di tahun lalu.

Secara total, ponsel yang beredar di seluruh dunia meningkat 14,4 persen, dari 269,1 juta unit pada tahun lalu menjadi 314,7 juta unit pada tahun ini.


� VIVAnews
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Rabu, 19 Mei 2010
Albatron Technology, salah satu produsen komponen dan perangkat komputer asal Taiwan akan menghadirkan External Multi-touch Module EM215 di ajang Computex 2010 yang akan datang.

Perangkat EM215 mengadopsi teknologi optik dan kompatibel dengan fitur sentuh milik Windows. Dengan demikian, pengguna bisa menginstalasikan EM215 dengan mudah, hanya dengan menancapkannya ke port USB.

�Windows 7 mendukung teknologi sentuh, akan tetapi sebagian besar pengguna tak bisa menikmatinya kecuali mereka membeli PC atau monitor yang mendukung layar sentuh,� kata juru bicara Albatron, pada keterangannya, 20 Mei 2010.

Albatron menyebutkan, dengan menggantungkan EM215 yang tebalnya hanya 1,9 milimeter pada monitor LCD yang dimiliki pengguna, mereka bisa mengupgrade layar LCD mereka menjadi layar sentuh dengan mudah.

EM215 sendiri merupakan modul layar sentuh eksternal yang didesain untuk monitor LCD ukuran 21,5 inci dengan aspek rasio 16:9. Meski demikian, Albatron mengklaim alat tambahan ini juga kompatibel dengan monitor 16:9 atau 4:3 lain yang memiliki ukuran tampilan di bawah 478x269 milimeter.

Hadir tanpa perangkat ataupun driver tambahan, di Windows 7 alat ini mendukung multi-touch. Adapun di Windows XP dan Vista, hanya mendukung single-touch. Kalibrasi sendiri tersedia secara default, pengguna sudah tidak perlu mengatur setting kalibrasi sentuh.

Pengguna bisa menggunakan jari, ballpoint, atau penggaris sebagai alat sentuh. Pada perangkat ini, Albatron juga sudah menyediakan lapisan anti gores. Saat beroperasi, EM215 hanya membutuhkan daya kurang dari 1 watt saja.
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Senin, 17 Mei 2010

Ada-ada saja yang dilakukan sepasang pengantin di Tokyo, Jepang ini. Pasangan Tomohiro Shibata dan Satoko Inoue melangsungkan pernikahan dengan menggunakan robot sebagai penghulunya.

Lalu bagaimana pelaksanaan prosesi pernikahan ini? Layaknya penghulu manusia, robot yang bernama I-Fairy ini duduk di kursi dan memberi perintah kepada pengantin laki-laki, Shibata untuk membuka cadar pengantin wanitanya.

Robot setinggi 1,5 meter itu memberi instruksi dengan gerakan tangan dan mata sambil berkedip agar pasangan pengantin dapat berciuman. Acara unik yang digelar di atas sebuah restoran di ibu kota Jepang ini dihadiri oleh 50 tamu undangan.

Digunakannya robot sebagai pemimpin dalam upacara perkawinan ini tak lain karena Shibata merupakan seorang ahli ilmu robotik. Begitupun dengan pasangannya, Inoue yang juga bekerja dalam industri yang memproduksi robot.

Di sela prosesi pernikahan, Shibata mengatakan ia bertemu dengan calon istrinya itu saat keduanya sama-sama bekerja di perusahaan yang membuat robot I-Fairy. "Saya ingin robot ciptaan kami ini menjadi bagian dari peristiwa penting dalam hidup kami berdua," ujar Inoue.

Kedua mempelai menganggap pernikahan dengan menggunakan robot ini merupakan hal yang wajar, meski memang tidak lazim.

Penggunaan robot dalam acara pernikahan adalah yang kali pertama di dunia. Dengan demikian, pernikahan Shibata dan Inoue masuk dalam catatan sejarah.

Baca Selengkapnya >>
Kamal On Kamis, 13 Mei 2010

Misteri melingkupi Voyager 2, pesawat tak berawak milik Amerika Serikat yang diluncurkan 20 Agustus 1977, 33 tahun yang lalu.
Sebab, baru-baru ini Voyager 2 mengirimkan pesan dalam format yang tak bisa dibaca ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.
Muncul dugaan pesawat itu dibajak alien alias mahluk luar angkasa -- yang mengirimkan jawaban pesan NASA. Seperti diketahui, menurut astrofisikawan, Stephen Hawking, NASA pernah mengirim sinyal ke luar angkasa berupa sebuah tembang dari grup pop legendaris The Beatles.
Tembang itu berjudul, "Across the Universe" (Melintasi Alam Semesta).
"Ini seperti seseorang telah memprogram ulang atau membajak Voyager 2, tapi kita tak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi," kata pakar alien, Hartwig Hausdorf, seperti dimuat laman Daily Telegraph, 12 Mei 2010.
Saat ini, para insinyur sedang mencoba untuk membaca data yang dikirim Voyager 2 -- yang lokasinya berada dekat tepi tata surya.
Keanehan Voyager 2 terjadi pada bulan lalu, ketika pesawat itu mengirim data dari jarak 8,6 miliar mil ke Bumi dalam format yang berubah dari sebelumnya. Data itu tak terbaca.
Selama ini Voyager 2 diprogram untuk mengirimkan data tentang kondisinya kesehatannya sendiri agar para insinyur di Bumi bisa memperbaiki -- jika ada masalah.
Semenjak diluncurkan, Voyager 2 dan kembarannya, Voyager 1 ditugasi mengeksplorasi Planet Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Dua Voyager ini adalah pesawat manusia dengan daya jelajah paling jauh.
Voyager 1 kini berjarak 10,5 miliar mil dari bumi, dalam lima tahun pesawat ini diharapkan dapat melintasi heliosfer -- gelembung matahari yang terbentuk di tata surya, dan masuk ke lintasan antarbintang.
Sementara, Voyager 2 bergerak mengikuti kembarannya.
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Rabu, 05 Mei 2010

VIVAnews - Militer Amerika Serikat (AS) kehilangan kontak dengan sebuah kendaraan hipersonik eksperimental di Samudera Pasifik. Menurut Turner Brinton dari Space News, DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) kehilangan kontak dengan kendaraan Falcon Hypersonic Technology Vehicle (HTV)-2 sembilan menit setelah diluncurkan.

HTV-2 merupakan pesawat pertama dari serangkaian eksperimen penerbangan. Rencananya, teknologi yang bisa dikerahkan untuk rudal-rudal konvensional jarak jauh di masa depan.

�Kendaraan tersebut diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California, dengan sebuah roket Minotaur 4,� kata Brinton, seperti dikutip dari laman TG Daily, Selasa 27 April 2010.

Dibangun oleh Lockheed Martin Corp., pesawat HTV-2 meluncur di atas Samudera Pasifik dengan kecepatan 20 ribu kilometer per jam selama 30 menit. �Namun, sembilan menit setelah meluncur, DARPA kehilangan kontak dengan pesawat, dan penyebab kegagalan itu belum diketahui,� ujarnya.

Namun, Frank James dari NPR mencatat bahwa dalam masa-masa awal percobaan teknologi pertahanan, proyek militer teknologi tinggi biasanya ditandai dengan sejumlah kegagalan.

�Program angkasa luar AS pada akhir 1950-an juga terdapat kegagalan, jadi tidak heran, tes yang dilakukan militer pekan lalu untuk menguji Falcon dan menguji konsep pesawat hipersonik yang bisa melanglang buana dengan kecepatan hingga 20 kali lebih cepat dibanding kecepatan suara, juga mengalami kegagalan,� ucap James.

�Ide dari teknologi ini adalah menciptakan sebuah pesawat yang bisa mencapai lokasi-lokasi di Bumi dalam hitungan menit,� kata James.
Baca Selengkapnya >>
Kamal On Senin, 03 Mei 2010


                   Untuk pertama kalinya dilakukan operasi jantung menggunakan robot tangan yang dikendalikan oleh remote control. Selain lebih akurat, penggunaan robot ini juga dapat menghindarkan dokter bedah dari paparan sinar X.
Prosedur operasi yang dipimpin oleh Dr Andre Ng di rumah sakit Glenfield, Inggris, ini adalah yang pertama di dunia. Para ahli bedah menggerakkan robot untuk mencapai sirkuit yang tepat dalam jantung pasien. Pengendalian dilakukan dari ruangan lain sehingga dokter akan terhindar dari bahaya sinar X dari ruang operasi.
Karena robot tangan ini disatukan dengan tempat tidur pasien, memungkinkan dokter untuk memandu operasi dari ruangan lain. Para dokter bedah akan melihat gambar dari layar untuk memantau apakah kateter yang dimasukkan berada di tempat yang tepat. Karena pergerakan robot ini dikontrol oleh dokter, bisa dipastikan hasil operasi lebih akurat karena langsung mencapai target sasaran.
"Prosedur robotik adalah langkah maju dalam dunia kedokteran karena prosedur konvensional bisa memakan waktu lama," kata dr Ng, konsultan kardiologi dan dosen senior dalam ilmu kardiovaskular dari University of Leicester.
Pada operasi pertama ini, pasiennya adalah seorang pria berusia 70 tahun yang mendapatkan penanganan karena gangguan denyut jantung atrial flutter. Ini adalah kondisi di mana serambi jantung berdenyut, menimbulkan denyut yang teratur cepat, yaitu sebanyak 300 kali dalam satu menit. Sehingga darah tidak terpompa dengan baik ke organ vital. Setelah tindakan tersebut, kondisi pasien dilaporkan dalam keadaan baik dan sudah beraktivitas normal.
Menurut penjelasan dokter Ng, selama ini dokter bedah harus menggunakan pakaian khusus (apron) untuk menghindari radiasi sinar X. "Sinar X memungkinkan dokter memonitor apa yang terjadi dalam tubuh pasien, namun ini berarti dokter harus berada sangat dekat dengan sumber radiasi. Tentu saja akumulasi paparan sinar X bisa berbahaya," katanya.
Dengan sistem robotik yang sudah diuji coba ini, selain dokter terhindar dari paparan radiasi, pergerakan kateter juga lebih akurat sehingga menguntungkan pasien. "Ini juga untuk mengantisipasi terjadinya prosedur yang lebih kompleks sehingga waktunya bisa dipersingkat," katanya.
Sistem robotik yang disebut The Remote Catheter Manipulation System ini dikembangkan selama empat tahun oleh Cathether Robotic Inc dari New Jersey, AS. Tim dokter dari Leicester, Inggris, ini adalah yang pertama kali melakukannya pada manusia.
Baca Selengkapnya >>